Pontianak, BCC – Selama dua bulan lamanya, lima belas masyarakat Desa Olak-Olah Kubu, Kec. Kubu. Kabupaten Kubu Raya dituduhan mencuri buah sawit dilahan PT. Sintang Raya. Namun pada kenyataannya ke lima belas petani tersebut memanen sawit dilahan plasma mereka yang telah diberikan oleh perusahaan Cita Tumbuh Berkembang sesuai dengan perjanjian yang kedua belah pihak sepakati. Tapi dalam perjalannya perusahan Cita Tumbuh Berkembang menjual lahan plasma kepada PT. Sintang Raya tampa memberi tahu kepada masyarakat.

Galuh Irmawati Kuasa Hukum masyarakat dari PBHK mengatakan, masyarakat disana kebanyakan tranmigasi yang mana tanah yang mereka peroleh adalah pemberian dari Negara, namun dalam berjalannya mereka membuat perjanjian kepada perusahaan Cita Tumbuh Berkembang untuk mengelola lahan tersebut dijadikan kebun sawit dengen perjanjian bagi hasil.

“Dalam perjanjian itu masyarakat mendapat dua puluh persen sedangkan perusahaan delapan puluh persen dan fasilitas seperti jalan akan dibangun oleh perusahaan tersebut, tapi dalam perjalannya perusahaan mengingkari janjinya fasilitas jalan dan bagian masyarakat pun tidak dipenuhi,” kata Irma sambil menunjukan surat bukti perjanjian antara masyarakat dan perusahaan CTB, Selasa 25/08.

Masyarakat yang kesal dengan perusahan langsung memanen sawit untuk mengambil hak mereka dan untuk perbaikan jalan tapi naasnya masyarakat malah dilaporkan kepada polisi. Dalam masalah hukum masyarakat didampingi oleh PBHK untuk menjalani proses persidangan. PBHK mencatat awal masyarakat menjadi tersangka pada tanggal 22 Juni 2015 dan langsung di sel di rutan Mempawah.

Galuh Irmawati menjelaskan, kelima belas petani yang ditahan sempat meminta keringanan kepada majelis hakim agar mereka menjadi tahanan kota namun permintaan kelima belas warga tersebut tidak dikabulkan.

“Kebetulan pas mereka ditahan itukan perkenaan dengan hari raya idul fitri dan mereka mayoritas muslim dan ingin berkunjung kerumah keluarga tapi majelis hakim tidak mengabulkan permintaan mereka,” kata Irma

Selama dua bulan kata Irma ke lima belas petani tersebut berada dalam kurungan menunggu hasil putusannya apakah bersalah atau tidak, dalam tuntutan jaksa mereka dituntut empat bulan tahanan dan untunglah tuntutan jaksa tersebut tidak dikabulkan oleh Hakim.

Akhirnya kelima belas petani tersebut menghirup udara segar pada tanggal 21 Agustus kemaren. Sedangkan pada tanggal 17 Agustus Indonesia merayakan hari kemardekaan yang ke 70 tahun. Dalam perayaan kemardekan ini ada segelincir warga yang masih terjajah dan warga itu adalah warga Olak-Olak Kubu yang tidak tahu baca tulis, mereka dikriminalisasikan hanya karena menuntut hak mereka yang tidak dipenuhi oleh perusahaan. Fathul

Diposting : admin • Kamis, 26 Ags 2015 11:13
Copyright © LPSAIR 2015 – Borneoclimatechange 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *