Suasana di depan kantor PBH Kalimantan sebelah kiri Eka Mirza, Khairuddin Zacky, Prof.Dr. Afrizal M.A, Elfitra, dan Abdul Cholis
Suasana di depan kantor PBH Kalimantan sebelah kiri Eka Mirza, Khairuddin Zacky, Prof.Dr. Afrizal M.A, Elfitra, dan Abdul Cholis

Pbhk.org Pontianak 10 Agustus 2018 sekitar pukul 10:30 WIB Dosen Ahli Sosiologi, FISIP Universitas Andalas (UNAND) Padang Provinsi Sumatra Barat Prof.Dr. Afrizal M.A dan Elfitra yang  merupakan peneliti dari DIKTI terkait Konflik Sumber Daya Alam di Kalimantan Barat, kedatangannya kantor Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan (PBHK) yang terletak di jalan Tanjung Raya 2 Komp.Villa Jaya Lestari no 2B untuk mencari data mengenai penyelesaian perselisahan Litigasi dan Non Litigasi antara masyarakat dengan Pihak Perusahaan yang didampingi oleh Tim PBHK berkaitan dengan Tata Kelola Hutan dan Lahan.

Khairuddin Zacky menjelaskan bahwa PBHK selama 3 tahun terakhir menangani kasus konflik antara masyarakat dengan perusahaan sebanyak kurang lebih 100 kasus baik Litigasi maupun Non Litigasi, Zacky sapaan akrabya memaparkan penyebab-penyebab terjadinya Konflik di antaranya perolehan lahan yang tidak prosedural, ganti rugi lahan yang tidak diberikan oleh perusahaan, kerjasama pola plasma maupun pola kemitraan selalu merugikan pihak masyarakat dan penyerobotan lahan perusahaan terhadap lahan milik masyarakat hal ini sering kali terjadi salah satunya di Kabuaten Kubu Raya, Bengkayang, Sanggau, Ketapang dan Kapuas Hulu.

Penelitian ini dalam rangka mendorong penegakan Hukum baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh Pelaku Usaha salah satunya serius atau tidaknya penerapan ISPO atau RSPO banyak kasus yang dipaparkan oleh Zacky dalam penghayatan dan penghormataan RSPO belum ditaati sepenuhnya oleh Perusahaan, Tim PBH Kalimantan berharap dunia Internasional harus lebih jeli dalam penerapa RSPO terhadap Perusahaan.

Keterlibatan dunia Akademisi menjadi angin segar oleh LSM untuk menyuarakan temuan- temuan di lapangan agar mata dunia lebih memperhatikan

Sedangkan menurut Prof.Dr. Afrizal M.A berpendapat bahwa “model dan konflik yang ditangani oleh Tim PBH Kalimantan memiliki kasus yang beragam mulai dari konflik antara masyarakat dengan pihak Perusahaan baik kasus Litigasi dan Non Litigasi, semoga PBH Kalimantan semakin sukses dan Berjaya Selalu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *