Mempawah, pbhk.org – Sidang pembelaan terdakwa iksan yang di dakwa dengan pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan digelar pada 1 November 2016. Esti Kristianti (PBHK) yang merupakan penasehat hukum terdakwa yang hadir mendampingi membacakan pembelaan bagi terdakwa, di dalam pembelaan tersebut di bahas mengenai analisa unsur dari pasal 352 ayat (1) KUHP yang berbunyi “ barang siapa dengan sengaja menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan) rasa sakit atau luka dipidanan dengan pidanan penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidanan denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

Dari bunyi pasal tersebut dapat kita lihat ada 3 unsur penting yang harus terpenuhi ketika suatu tindakan tersebut baru dapat dinyatakan suatu tindak pidana penganiayaan seperti yang dinyatakan dalam pasal 351 ayat (1) KUHP, yaitu pertama unsur “barang siapa”, kedua unsur “dengan sengaja”, ketiga unsur “menyebabkan perasaan tidak enak/penderitaan atau rasa sakit/luka atau merusak kesehatan orang lain”.

Sebelumnya dalam  keterangan terdakwa dan bukti video, terdakwa tidak pernah mengakui bahwa ia telah melakukan pemukulan terhadap Yudi setiawan (saksi korban) pada saat itu, dan di dalam bukti video yang ditunjukkan penasehat hukum saat sidang pembuktian yang lalu terlihat bahwa terdakwa tidak melakukan pemukulan terhadap yudi, terdakwa mencoba menerobos kerumunan masa dari arah belakang dengan membentangkan kedua tangannya untuk membuka jalan menembus kerumunan massa dan untuk membebaskan temannya dari pittingan polisi, sehingga ketika menerobos kerumunan masa tangan terdakwa tidak sengaja mengenai bahu yudi hingga yudi terjatuh. Tindakan menerobos kerumunan yang dilakukan terdakwa bukan lah tindakan yang dilakukan dengan sengaja, sebab bisa saja yang terjatuh tersebut orang lain atau bahkan teman terdakwa sendiri sehingga kondisi tersebut dinyatakan oleh Penasehat Hukum dalam pembelaannya tidak terdapat unsur kesengajaan sebagaimana dalam rumusan pasal 352 ayat (1) KUHP.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *