Kerugian akibat kabut asap yang diderita warga Kota Pontianak,  Provinsi Kalimantan Barat sudah sangat banyak. Kerugian itu bukan hanya dari sektor ekonomi melainkan merambat kesektor kesehatan, pendidikan. Bayangkan akibat kabut asap dalam Minggu-Minggu ini berapa banyak warga kota pontianak yang terserang penyakit seluran pernapasan, sudah ribuan orang.

Melihat kondisi Kabut asap yang semakin parah di kota Pontianak maka gerakan Bantuan Hukum Kalimantan Barat dan masyarakat Kalimantan Barat akan melakukan gugatan Class Action kepada pemerintah daerah yang tidak bisa menjamin  kenyamanan rakyatnya.

Ivan Velinina Ageung dari Gerakan Bantuan Hukum Rakyat (GBHR) mengatakan, tujuan gugatan dari Class Action adalah ingin mendorong perubahan tata kelola dan merubah menejemen perencanaan kegitaaan pembangunan khususnya yang menyangkut tentang kebakaran hutan dan lahan.

“Misalnya kita ingin mendorong gubernur melakukan perubahan-perubahan diperencanaan dan mendoron pemerintah daerah yang lain untuk mengalokasikan dana untuk penanggulangan kebakaran. Sebenarnya tujuan dari gugatan itu adalah ingin mendorong perubahan,” kata Ivan.

Gugatan Class Action kata Ivan sebanarnya gugatan yang sedang kita pertimbangkan. Dalam ilmu hukum ada gugatan warga Negara.

“Gugatan warga Negara terdiri dari Class Action, citizen lawsuit dan legal standing. Nah ketiga gugatan inilah yang sedang kita diskusikan. Tapi munculnya kerugian public menjadi gugatan Class Action yang mana pada saat ini sedang kita kaji dan kita harus bisa membuktikan berapa jumlah persis kerugian dari warga Negara yang menggugat,” jelas Ivan.

Berdasarkan amanat kontitusi kata Ivan siapa pun yang punya tanggung jawab dalam penyelenggaraan Negara maka dia lah yang wajib dimintai pertanggung jawaban mengenai hal yang menyebabkan kerugian masyarakat.

“Kalau masalah asap ini ada hubungan dengan Dinas kerkebunan, Kehutanan, lingkungan hidup, kesehatan, pendidikan dan perekonomian maka seluruh lembaga yang punya tofoksi maka akan menjadi yang kita gugat juga dan tidak hanya satu pihak saja,”kata Ivan.

Saat ini kata Ivan pihaknya telah timnya telah mengkompilasi penggugat dan setiaknya sudah lima puluh lebih penggugat yang telah tekumpul di posko Walhi Kalimantan Barat dan pihknya juga sedang menunggu penggugat yang lain sampai hari minggu nanti.

“Sementara waktu ini kita sedang menghitung kerugian. Baik kerugian ekonomi, social, kesehatan, pendidikan. Masalah kerugian pendidikan salah satunya sekolah-sekolah diliburkan. Pertanyaannya bagaimana kita membuat anak-anak menjadi cerdas sedangkan proses sekolahnya saja terganggu oleh kabut asap yang terjadi saban tahun seperti ini,” kata Ivan.(Fatul)

Diposting : admin • Kamis, 18 Sept 2015 13:06 • Dilihat 149
Copyright © LPSAIR 2015 – Borneoclimatechange

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *