FOTO

Pontianak, pbhk.org – Kemarin, (04/01/2018) beberapa warga masyarakat Desa Arang Limbung mendatangi kantor Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan (PBHK). Kedatangan mereka yakni menyampaikan kasus yang sedang dihadapi di daerahnya.

Berdasarkan penuturan warga yang datang ke Kantor PBHK, Kasus ini bermula saat masyarakat mengantarkan 8 orang karyawan Perusahaan dengan masing-masing kendaraan menuju Polsek Sungai Raya yang sebelumnya sempat ditahan oleh masyarakat Desa Arang Limbung karena tidak memperdulikan intruksi dari masyarakat agar tidak melakukan aktifitas di lahan masyarakat yang memiliki SHM. Sesampainya di Polsek Sungai Raya, pihaknya menyarankan agar 8 orang tersebut dibawa ke Polda Kalbar.

Adapun dari kejadian ini, 8 orang yang mengantar ditahan di kepolisisan tanpa ada kepastian hukum yang jelas selama 1×24 jam. Padahal mereka hanya mengantar ke Polda, seharusnya yang ditahan adalah mereka yang diantar. Keesokannya, 7 diantaranya dibebaskan dan sisanya hingga saat ini tetap ditahan oleh pihak Kepolisian atas dugaan melakukan pembakaran eksavator milik perusahaan.

Atas kejadian tersebut, PBH Kalimantan akan membantu permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Desa Arang Limbung. Namun sebelumnya, mereka diharuskan untuk mengumpulkan berkas-berkas pendukung yang harus dilengkapi guna sebagai pembuktian nantinya. “Kita perlu tahu akar permasalahannya bagaimana, bukti-bukti kita juga perlu dan harus ada”  Ucap Khairuddin Zacky, SHI.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *