Suasana Ruang Sidang di Pengadilan Negeri Mempawah
Suasana Ruang Sidang di Pengadilan Negeri Mempawah

Pontianak, pbhk.org –  sidang lanjutan Salbani Bin Kasim melawan PT. Kencana Prima Developer kembali digelar di Pengadilan Negeri Mempawah. Sebelumnya sidang perdana digelar pada Senin (26 Februari 2018) dalam agenda Pembacaan Dakwaan.

Sidang kali ini Jaksa menghadirkan 4 orang saksi dari PT. Kencana Prima Developer yaitu Karmawan, Andre, Herwandi dan Sugianto.

Sebelumnya dalam Surat Dakwaan, Dengan No.Reg.Perk:PDM-08/MEMPA/02/2018 meyatakan bahwa terdakwa Salbani Bin Kasim berserta Ahui (DPO) melakukan pengrusakan satu unit Excavator merek Cobelco berwarna Hijau milik PT. Kencana Prima Developer dengan cara membakar  menggunakan botol bersumbu yang berisi bensin dengan menggunakan pemantik api milik Terdakwa. Menyebabkan penggugat menderita kerugian sebesar Rp 350.000.000,00.  Perbuatan terdawakwa Salbani Bin Kasim berserta Ahui (DPO) diancam Pidana dalam pasal 170 ayat (1)  KUHPidana atau 406 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Berawal pada tanggal 29 September 2017 saksi Sugianto Als Bi Cung menyewa 1 unit alat berat Excavator saksi Herwandi Bin Sukiran sendiri untuk membuat parit batas tanah milik PT. Kencana Prima Developer. Kemudian pada hari Rabu tanggal 06 Desember 2017 sekitar pukul 19.00 WIB Terdakwa ditelpon oleh temannya yang bernama Ali memberitahukan bahwa ada 1 unit Excavator merek Calbeco berwarna Hijau masuk menuju ke lahan warga. Selanjutnya keesokan harinya kamis tanggal 07 Desember 2017 sekitar pukul 07.00 WIB Terdakwa mengecek kebenaran berita tersebut dengan mendatangi lokasi di jalan Wonodadi II Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dan melihat ada 1 unit Excavator warna Hijau berada di ujung lahan milik warga.

Bahwa kemudian pada hari Minggu tanggal 10 Desember 2017 sekitar pukul 09.30 WIB warga beramai-ramai yang jumlah nya sekitar 100 orang lebih mendatangi lokasi dimana Excavator tersebut berada yaitu di Jalan Wonodadi II Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya tepatnya di dalam kebun. Terdakwa Salbani Bin Kasim pada saat itu berada di dekat saksi Herwandi mengarahkan para waga agar tidak terjadi tindakan anarkis. Tidak lama kemudian Excavator tersebut terbakar tanpa diketahui siapa pelaku dari pembakaran excavator tersebut. Warga langsung mengamankan 8 orang para perkerja dari PT. Kencana Prima Developer.

Saksi Karmawan dalam kesaksiannya di muka persidangan di hadapan Yang Mulia menyatakan bahwa yang berada di Tempat Kejadian Perkara berdiri berjarak 20 meter dari Excavator tidak melihat Terdakwa Salbani Bin Kasim melemparkan botol bersumbu bensin ke tempat duduk Excavator milik PT. Kencana Prima Developer. Sementara ketiga saksi lainnya tidak berada di Tempat Kejadian Perkara, sehingga keterangan dari para saksi PT. Kencana Prima Developer tidak ada satupun yang melihat Salbani bin Kasim yang melempar/membakar menggunakan botol bersumbu bensin ke Excavator. Sementara itu Andre selaku Koordinator Lapangan, dalam kesaksiannya di persidangan di hadapan Yang Mulia menyatakan bahwa pihak PT. Kencana Prima Developer melakukan pengerjaan penggarapan lahan berkoordinasi dengan anggota Badan Pertanahan Negara (BPN) Kubu Raya. Pihak perusahaan mengklaim bahwa mereka memiliki 70 sertifikat, sehingga objek yang mereka miliki maka pihak PT. Kencana Prima Developer menggerjakan lahan tersebut.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Rini Masyitah,SH .M.H Hakim Anggota Anwar M.M Sagala,SH, Hakim Anggota Laura Theresia Situmorang, SH, Panita Pengganti Ferry Yanuardi, SH Penuntut Umum Rezkinil Jusar, SH Sondang Edward Situngkir, SH dan Para Advokat Khairudin Zacky, SH.I,  Esti Kristianti, SH

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *