sidang salbani-I

Pontianak, pbhk.org – Sidang pertama yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Mempawah atas dugaan tindak pidana kekerasan/pengrusakan terhadap barang dengan terdakwa Salbani Bin Kasim yang didampingi oleh Kuasa Hukumnya dari Kantor Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan (PBHK) Esti Kristianti, SH dengan Nomor Register Perkara 56/PID.B/2018/PN.MPW.

Sidang dengan agenda pembacaan Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Rezkinil Jusa, SH dan Sondang Edward Situngkir, SH. Persidangan yang diketuai oleh  Rini Masyita, SH, M.Kn sebagai Hakim Ketua, Anwar, WM, SH, Laura Theresia, SH, keduanya sebagai Hakim Anggota dan Ferri Yanuardi sebagai Panitera.

Sidang perdana ini merupakan buntut dari dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Salbani Bin Kasim terhadap barang berupa eksavator yang terjadi pada 10 Desember 2017 sekitar pukul 10.00 wib. Adapun eksavator tersebut digunakan untuk menggali parit di lahan miliknya sendiri dan warga sekitar di daerah Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya.

Terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum diancam karena telah melanggar Pasal 170 KUHP dengan ancaman paling lama 5 tahun 6 bulan juncto Pasal 406 KUHP dengan ancaman paling lama 2 tahun 8 bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Esti Kristianti, SH selaku Kuasa Hukum terdakwa menyatakan,“kami siap untuk menghadiri persidangan dan akan menyiapkan jawaban serta bukti-bukti untuk melawan Jaksa Penuntut Umum atas dakwaan terhadap klien kami dan berusaha semaksimal mungkin agar klien kami terbebas dari tuntutan jaksa.” Ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *