Pontianak, pbhk.org – Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan Barat (PBHK) dengan melibatkan CSO Kalbar mengadakan Kegiatan Ekspert Meeting Penyusunan dan pelaporan kasus perusahaan yang beroprasi didalam kawasan hutan pada tanggal tanggal 20 Desember 2016 dan diikuti Sekitar 20 orang perwakilan CSO mitra diantaranya SAMPAN Kalimantan, LINK-AR BORNEO, AGRA, LBBT, JARI Borneo Barat, AMAN Kalbar, TITIAN LESTARI, WALHI dan anggota PBHK mengikuti pertemuan khusus ini, dengan mendatangkan narasumber khusus ahli Geographic Information System (GIS) Ahmad Afif dari Aidenvironment (AID) Bogor. Dari pertemuan ini diketahui bahwa terdapat sekitar 60 perusahaan berada di kawasan hutan daerah Kalimantan Barat berdasarkan layout peta SK No 733 tahun 2014 terdapat 60 perusahaan yang beroprasi dalam kawasan hutan tanpa mengantongi izin mereka tak memiliki izin yang lengkap, seperti izin pelepasan kawasan hutan. Sementara di kawasan hutan produksi, perusahaan tersebut diduga tidak ada izin tukar menukar kawasan dengan luasan yang bervariasi. Terdapat 15 perusahaan yang beroprasi dalam kawasan hutan dengan luasan diatas 1000Ha hingga 20.000Ha yang menjadi perhatian khusus dari peserta ekspert Meeting ini.

Pertemuan ini masih menduga terdapat 60 perusahaan perkebunan yang beroperasi di kawasan hutan yang ada di Kalimantan Barat yang sampai akhir tahun ini tidak mengantongi perizinan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Dalam artian, perusahaan perkebunan yang telah didata dan administrasi mereka beroperasi dalam kawasan hutan tanpa memiliki perizinan, tanpa memiliki kelengkapan perizinan di bidang kehutanan seperti pelepasan kawasan hutan, tukar menukar kawasan dan pinjam pakai berdasarkan data citra landsat.

Kedepannya Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan dengan jaringannya akan serius melengkapi bukti-bukti untuk melakukan pelaporan terhadap pihak yang berwewenang terhadap temuan 15 daftar perusahaan perkebunan yang telah beroperasi di kawasan hutan dengan membentuk tim khusus litigasi dan non-litigasi untuk menginvestigasi dan menindak lanjut dari temuan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *