Mempawah, pbhk.org – Sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan atas kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh terdakwa katin digelar di Pengadilan Negeri Mempawah pada Rabu (02/10). Dalam Persidangan ini Terdakwa Katin didampingi oleh Tim Penasehat Hukum dari Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan  yakni Ibu Esti Kristianti SH dan Bapak Arafat, SH.

Dalam nota pembelaanya ,Tim Penasehat Hukum Terdakwa menyampaikan tanggapan bahwa  niat atau tujuan awal terdakwa ikut berdemo adalah untuk membela hak-hak nya atas  lahan. Tidak ada niat ataupun kesengajaan dari terdakwa untuk melakukan pemukulan terhadap korban sugeng santoso baik sengaja sebagai tujuan, sengaja dengan kesadaran pasti maupun sengaja dengan kesadaran kemungkinan berhasil, sebagaimana tingkatan kesengajaan dalam pendekatan doktrin /ilmu hukum pidana.Meskipun terdakwa tidak memiliki niat untuk melakukan pemukulan tersebut, akan tetapi karena suatu keadaan tertentu yang muncul,mengakibatkan terdakwa melakukan pemukulan  terhadap korban sugeng santoso dan korban mengalami  memar pada bagian pipinya.

Selanjutnya didalam pembelaannya ,Tim penasehat hukum menjelaskan bahwa tidak ada alasan bagi terdakwa untuk melakukan pemukulan tersebut dengan suatu kesengajaan.Hal ini karena terdakwa dengan saksi sugeng santoso sebelumnya tidak saling mengenal dan antara keduanya tidak ada persoalan pribadi.Terdakwa mengaku menyesal telah melakukan tindakan pemukulan terhadap korban demikian pula dihadapan persidangan terdakwa telah memintan maaf kepada korban  dan korban juga telah memaafkan terdakwa,dengan demikian persoalan antara korban dengan terdakwa sudah selesai.

Dalam pembelaannya penasehat hukum terdakwa juga menyampaikan bahwa hukum pidana  adalah sebagai ultimum remedium atau pidana sebagai upaya terakhir.Tujuan hukum pidana tidak selalu dicapai dengan pengenaan sanksi pidana tetapi  bisa juga dengan melakukan  upaya represif yang kuat sehingga tidak semua kejahatan atau pelanggaran berakhir dengan penjatuhan pidana.Terhadap suatu perbuatan delik yang diancam dengan pidana masih dapat dilakukan upaya lain selain pidana sebab pengenaan sanksi pidana adalah merupakan upaya terakhir jika upaya selain pidana sudah dilalui.Melihat tindak pidana yang dilakukan terdakwa bukanlah delik yang serius seharusnya ada upaya lain selain  pidana yang dapat dikenakan mislanya ganti rugi terhadap korban atau sanksi lain yang dipandang pantas sesuai dengan perbuatan terdakwa.

Berdasarkan pada pembelaan tersebut penasehat hukum terdakwa memohon kepada majelis hakim untuk memberikan keringanan hukuman. Hal ini mengingat terdakwa adalah tulang punggung keluarga yang memiliki tanggungan anak-anak yang masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang terdakwa sebagai ayah. Terdakwa telah berterus terang dalam memberikan keterangan dipersidangan  dan tidak mempersulit proses persidangan serta menyesali perbuatannya.

Sidang akan dilanjutkan kembali pada tanggal 9 November 2016 dengan agenda Pembacaan Vonis dari Majelis Hakim.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *