Pontianak, pbhk.org – Masyarakat desa malaya melaksanakan Aksi ke Kantor Divisi I PT. Bumi Pratama Khatulistiwa (BPK) Pada tanggal 25 februari 2016. Dalam aksi ini masyarakat mengeluhkan adanya pencemaran limbah di sungai malaya yang telah dilakukan selama bertahun-tahun sejak perushaan berdiri.Selain itu masyarakat juga mengeluhkan persoalan janji-janji perusahaan yang akan memberikan kesejahteraan pada masyarakat desa malaya namun hingga saat ini belum sama sekali terealisasi.

Selama keberadaan Perusahaan masyarakat bukan malah mendapatkan kesejahteraan malah justru mendapatkan kerugian yang   sangat dirasakan akibat dari pengelolaan limbah sawit yang tidak tepat (membuang limbah sawit ke aliran sungai). Pengelolaan limbah yang tidak benar menjadikan sungai tersumbat dan memberikan dampak banjir diwilayah pemukiman masyarakat sehingga menghambat roda perekonomian masyarakat yang mayoritas adalah petani.

Banjir di Desa Sungai Malaya bukan hanya kali ini terjadi namun setiap tahunnya kerap kali dirasakan masyarakat yang belum pernah dirasakan sebelum masuknya sawit tersebut. Namun dari pihak perusahaan tidak ada sama sekali tindakan yang dilakukan untuk menangani permasalahan banjir tersebut, dan bahkan terkesan membiarkan (tidak perduli). Selain itu, dana Corparate Social Responsibility (CSR) yang sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk diberikan kepada masyarakat, justru tidak sama sekali masyarakat rasakan.

Dalam hal ini perusahaan tidak mengindahkan kewajiban dan tanggungjawabnya sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tetang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.

Aksi yang dilakukan masyarakat kali ini membuahkan hasil  yakni telah dilaksanakanya audiensi dan tercapai kesepakatan antara masyarakat dengan Perusahaan.Perusahaan bersedia melakukan normalisasi Sungai Malaya. Untuk tahap awal, perusahaan akan menurunkan tim pada hari sabtu tanggal 27 Februari 2016, untuk melihat dan memetakan aliran sungai yang menjadi sasaran normalisasi. Perusahaan juga akan menyediakan alat untuk normalisasi sungai dan akan berkordinasi dengan masyarakat terkait dengan waktu pelaksanaannya.

Perusahaan akan mengeluarkan surat resmi yang akan ditujukan kepada seluruh masyarakat Desa Malaya sebagai bentuk kesiapan dan keseriusan perusahaan dalam penanganan normalisasi Sungai Malaya, yang akan menjadi rutinitas pertahunnya.Mengenai perbaikan jalan di desa dan transparansi CSR akan dilakukan secara bertahap oleh perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *