Mempawah, pbhk.org – Sidang Tuntutan atas kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh terdakwa Katin digelar di Pengadilan Negeri Mempawah pada Rabu (26/10). Dalam Persidangan ini Terdakwa Katin didampingi oleh Tim Penasehat Hukum dari Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan  yakni Ibu Esti Kristianti SH dan Bapak Arafat, SH.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Mempawah, Sondang Edward Situngkir, SH melakukan analisa fakta bahwa terdakwa Katin telah melakukan penganiayaan kepada saudara Sugeng Santoso yang merupakan Karyawan PT Sintang Raya. Penganiayaan itu dilakukan pada saat terjadi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat Kec. Kubu dalam rangka menuntut hak mereka di Kantor PT. Sintang Raya dengan cara meninju dengan tangan sebelah kanan sebanyak satu kali ke wajah saudara Sugeng Santoso sehingga mengakibatkan luka memar pada bagian pipi sebelah kiri.

Adapun analisa fakta tersebut didasarkan pada keterangan terdakwa Katin yang membenarkan bahwa ia memang melakukan pemukulan satu kali ke pipi kiri saudara Sugeng Santoso lantaran karena emosi terhadap saudara Sugeng Santoso yang menghalang-halangi pendemo yang ingin masuk ke kantor PT. Sintang Raya. Keterangan yang disampaikan oleh terdakwa ini juga bersesuaian dengan keterangan saksi-saksi lainnya yang juga menerangkan hal yang sama.

Adapun pada analisa yuridis, JPU menjelaskan di dalam tuntutannya bahwa diantara dua pasal yang didakwakan yakni Pasal 170 ayat (1) KUHP atau 351 ayat (1) KUHP, pasal yang didakwakan terbukti adalah Pasal 351 ayat (1) KUHP. Perbuatan terdakwa Katin dianggap oleh Jaksa Penuntut Umum memenuhi semua unsur-unsur delik yang tercantum pada Pasal 351 ayat (1) KUHP.

Dalam tuntutannya JPU juga menjelaskan hal-hal  yang memberatkan dan meringankan sebagai pertimbangan Jaksa Penuntut Umum dalam mengajukan tuntutan .Adapun hal yang memberatkan adalah, “Perbuatan terdakwa telah mengakibatkan saksi Sugeng Santoso mengalami luka”.Sementara hal-hal yang meringkan yaitu : ”1) Terdakwa belum pernah dihukum;2) Terdakwa bersikap sopan dipersidangan;3) Terdakwa menyesali perbuatan;4) Terdakwa telah meminta maaf kepada korban dan korban memaafkan terdakwa dipersidangan.”

Atas perbuatan terdakwa ini JPU menuntut terdakwa katin  dengan hukuman pidana penjara selama 8 (delapan) bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan.Sidang akan dilanjutkan kembali pada tanggal 2 November 2016 dengan agenda penyampaian nota pembelaan dari Tim Penasehat Hukum terdakwa.

009

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *