Pontianak, pbhk.org – Kelompok Tani Darat Jaya dari Dusun Jangkang Baru Desa Kampung Baru, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya mendatangi Kantor Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan (PBHK) yang beralamat di Jl. Tanjung Raya II Komp. Villa Jaya Lestari No. B2 Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak. Selasa, 18/4/2017).

Mereka diwakili oleh Safendi, Umar Ali, Abdulah, Arpan dan Sapri selaku ketua kelompok tani Darat Jaya menyampaikan bahwa kedatangannya untuk mengadukan persoalan hukum yang sedang mereka alami terkait sengketa lahan dan perusakan tanaman karet yang diduga dilakukan oleh pihak perusahaan PT Rezeki Kencana.

Menurut Sapri, kelompok tani Darat Jaya sudah mengantongi izin garap dari pemerintah Desa Kampung Baru sejak tahun 1991 untuk menggarap dan mengelola lahan di wilayah Desa Kampung Baru tersebut.

Kelompok tani Darat Jaya beranggotakan 721 orang dengan luasan 3600 Ha pada tahun 2014, 2500 Ha pada tahun 2015 yang terdiri dari perkebunan sawit individu 170 Ha, 140 Ha swadaya masyarakat serta 230 Ha kebun karet dengan jumlah total lahan yang dimiliki kelompok tani Darat Jaya kurang lebih 5100 Ha pada tahun 2017.

Sebelumnya kelompok tani Darat Jaya sudah mengalami konflik dengan PT Rezeki Kencana.

Pada tahun 2014 Syarif Umar selaku ketua kelompok tani Darat Jaya periode sebelumnya pernah dilaporkan oleh pihak PT Rezeki Kencana ke Pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Barat atas dugaan penyerobotan lahan perusahaan. Pada tahun 2015 Pihak perusahaan telah melakukan upaya penyelesaiaan konflik secara musyawarah namun tidak mendapatkan kesepakatan diantara kedua belah pihak. Dan pada tahun 2017 pihak perusahaan melakukan pencabutan dan penyemprotan dengan bahan kimia kepada tanaman karet milik kelompok tani Darat Jaya. Selain itu, pihak perusahaan PT Rezeki Kencana yang dari awal berjanji akan melakukan pelepasan hak dan ganti rugi tanam tumbuh, sampai saat ini belum merealisaikan janjinya tersebut.

Kelompok tani Darat Jaya bersikukuh bahwa anggotanya tidak pernah menjual, mengkerjasamakan atau menyerahkan lahan kepada pihak siapapun termasuk kepada PT Rezeki Kencana.

Oleh karena itu, kelompok tani Darat Jaya mendesak PT Rezeki Kencana dengan tiga tuntutan. Pertama, menuntut agar PT Rezeki Kencana mengganti kerusakan perkebunan karet dan tanaman pisang. Kedua, memperjelas batas wilayah Hak Guna Usaha perusahaan. Ketiga, menyelesaikan semua konflik yang ditimbulkan pihak perusahaan sehingga tidak terjadi konflik horizontal lagi yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *