Pontianak, pbhk.org  Pada tanggal 14 april 2016 yang lalu, sebanyak 3 orang warga Tanjung Harapan di panggil ke Polda Kalimantan Barat, dengan di dampingi PBHK selaku kuasanya ketiga orang tersebut di periksa oleh penyidik di Kasubdit III Polda Kalimantan Barat. Ketiga orang ini dituduh telah melakukan tindak pidana pengrusakan lahan sawit seluas +10ha dari total + 400Ha yang di garap oleh Koperasi Harapan Makmur, lahan ini terletak pada kawasan penunjukkan hutan lindung di Desa Tanjung Harapan Dusun Karya Indah dengan total luas lahan penunjukan 18.000ha. Ketiga orang warga ini melakukan hal tersebut dikarenakan sudah merasa geram dengan adanya penanaman sawit di wilayah penunjukkan hutan lindung tersebut. Mereka sudah melakukan berbagai upaya pelaporan  ke pihak terkait namun belum ada penindakan terhadap aktifitas kegiatan penanaman sawit di areal penunjukan hutan lindung oleh Koprasi Harapan Makmur, hingga puncaknya pada hari senin 13 Oktober 2014, Jam 06 pagi, ketiga terlapor bersama masyarakat melakukan aksi tergabung dalam 3 desa meliputi Desa Tanjung Harapan, Desa Ambarawa dan Desa Sungai Jawi di Padang Tikar yang jumlah massa aksi mencapai ± 500 orang,  melakukan aksi untuk menuntut koperasi memberhentikan aktivitas penanaman sawit di lokasi yang berada di Desa Tanjung Harapan Dusun Karya Indah yang berujung pada pelaporan bahwa ketika melakukan aksi ketiga orang tersebut telah melakukan pengrusakan terhadap tanaman sawit yang berada di penunjukan kawasan hutan lindung.

Konflik ini berakhir dengan dibuatnya perjanjian perdamaian pada tanggal 27 april 2016 dari kedua belah pihak (Antara Pelapor dan Terlapor) dengan di saksikan oleh Ketua Penyidik dengan kesepakatan:

  1. Bahwa pihak pelapor akan mencabut laporannya terhadap 3 orang warga Tanjung Harapan yang telah di tuduh melakukan pengrusakan lahan sawit
  2. Pelapor tidak akan lagi melakukan pembukaan maupun penanaman di lahan penunjukan hutan lindung tersebut.

Untuk menjamin bahwa tidak ada lagi pihak pihak yang tidak bertanggung jawab lainnya yang berniat untuk melakukan kegiatan yang dapat merusak lahan penunjukan hutan lindung tersebut, perangkat desa bersama warga desa telah mengajukan permohonan kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk segera dilakukan penetapan hutan desa terhadap kawasan hutan yang diajukan di Kepulauan Padang Tikar dan Batu Ampar termasuk juga areal penunjukan hutan lindung di desa TJ Harapan Dusun Karya Indah tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *