Pontianak, pbhk.org – Jum’at 5 Agustus 2016. Perwakilan Masyarakat Olak-Olak korban konflik dengan PT. Sintang raya, didampingi oleh AGRA, PBHK, Link-Borneo, berkunjung ke Kantor fraksi PDIP Dewan Perwakilan Daerah Propinsi Kalimantan Barat. Kedatangan perwakilan masyarakat diterima oleh, Bapak. Jimi , SH  ketua Fraksi PDIP, Bapak Krisantus Ketua komisi Satu bidang Hukum, Bapak Eka komisi Lima bidang Sosial.

Dalam pertemuan yang di gelar di ruang Fraksi PDIP kantor DPRD propinsi Kalimantan Barat.

Masyarakat dan perwakilan para pendamping, menyampaikan masalah yang sedang dihadapi oleh warga desa Olak-Olak dan sekitarnya yang saat ini sedang mengungsi di Kantor Daerah Komisi Nasional Hak Asasi manusia.

Pada pokoknya ada tiga point yang disampaikan oleh warga, pertama terkait dengan keamanan dan keselamatan warga yang saat ini mendapatkan teror, intimidasi dan kriminalisasi oleh kepolisian atas pengaduan yang dilakukan oleh PT. Sintang Raya, akibat konflik yang tidak kunjung diselesaikan. Kedua, masyarakat menyampaikan duduk perkara konflik dengan PT. sintang raya sekaligus menyampiakan analisa hukumnya.

Konflik warga dengan PT. Sitang Raya tidak hanya sekedar gugatan pembatalan HGU semata, gugatan yang dilakukan oleh 5 warga sehingga membatalkan HGU PT. Sintang raya  adalah satu dari masalah PT. sintang Raya.

Secara keseluruhan masalah sintang raya terdapat pada dua aspek yakni, masalah administrasi perizinan dan masalah perolehan tanah, dengan demikian operasi PT. Sintang Raya selama ini dilakukan dengan tidak secara Clear dan Clean.

Perolehan Izin PT. Sintang Raya mengalami mal administrasi, izin lokasi yang diperoleh seharusnya tidak dapat diberikan lagi kepada PT. Sintang Raya. Sebab proses perolehan izin memiliki dua masalah, masalah pertama izin lokasi yang diperoleh PT. Sintang Raya No. 400/02-IL/2004. tidak dapat digunakan untuk memperoleh 50% lahan dari luas izin, hal ini bertentangan dengan peremenag Agraria/BPN No. 2 tahun 1999.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *