Pontianak, pbhk.org – Bambang Sudaryanto Kepala Desa Olak-Olak kubu divonis hukuman penjara 1 tahun 2 bulan oleh Pengadilan Negeri Mempawah karena di dakwa melakukan pemalsuan identitas berupa surat keterangan ktp atas namanya.Awalnya kasus ini bermula dari kepala desa yang mengajukan gugatan ke PTUN bersama 4 orang penggugat lainnya yang menggugat Hak Guna Usaha (HGU) PT Sintang Raya karena tumpang tindih dengan hak milik 5 penggugat yang telah lebih dahulu ada.PTUN Pontianak pun mengabulkan gugatan penggugat dan menyatakan batal HGU milik PT Sintang Raya , bahkan hingga pada tingkat PK , Mahkamah Agung pun memperkuat Putusan PTUN ini.Merasa tidak Puas denga Putusan tersebut PT Sintang Raya kemudian melaporkan kades olak-olak kubu tersebut ke Polisi dengan tuduhan Pemalsuan surat keterangan KTP. a.n Sudaryanto yang digunakan untuk menggugat HGU  ke PTUN.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dipersidangan terungkap bahwa nama  kepala desa seseungguhnya adalah Sudaryanto. Hal ini berdasarkan KTP asli yang digunakan untuk membuat surat kuasa dalam mengajukan gugatan Ke PTUN adalah atas nama sudaryanto.Oleh karena itu Surat keterangan KTP pun dibuat atas nama sudaryanto. Adapun nama Bambang Sudaryanto adalah nama pemberian guru SD. Pada waktu SD oleh Gurunya di beri tambahan nama “Bambang” di depan namanya sehingga menjadi Bambang Sudaryanto, namun perubahan nama tersebut belum pernah sama sekali diajukan ke pengadilan negeri untuk mendaptkan penetapan sehingga secara yuridis belum terjadi perubahan nama sehingga nama kepala desa tersbut adalah sudaryanto.Demikian yang terungkap pada proses persidangan.

Akan tetapi semua fakta-fakta serta pembelaan yang diajukan diabaikan oleh majelis hakim yang tetap memvonis Kepala desa olak-olak kubu tersbut dengan pidan penjara 1 tahun 2 bulan.Pihak Keluarga merasa tidak terima dengan putusan majelis hakim ini akan melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Pontianak.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *