IMG-20171110-WA0007-1

Pontianak, pbhk.org – Sengketa tanah yang terjadi antara warga masyarakat Desa Olak-Olak Kubu dengan PT CTB, kemarin (09/11) Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan yang diwakili oleh Arafat, SH sebagai Kuasa Hukum masyarakat Desa Olak-Olak Kubu mendatangi POLDA Kalbar untuk mengadakan koordinasi hasil investigasi sengketa tanah yang menimpa warga.

Tujuan diadakannya koordinasi adalah untuk meminta kejelasan sejauh mana pihak kepolisian menangani perkara yang telah berlangsung hingga saat ini. Pihak Kepolisian menyatakan bahwa laporan dari kasus ini telah diterima dan masih dalam tahap penyelidikan.

Berdasarkan penuturan masyarakat, bahwa dirinya menginginkan agar sengketa tanah ini segera terselesaikan, terlebih lagi mereka juga dituduh melakukan pencurian buah sawit yang mana kasusnya ditangani oleh Polres Mempawah. “Kami dan keluarga kami sangat terpukul, kami merasa asing di desa kami, padahal kami hidup dan tinggal di desa kami sendiri, kami sangat trauma dari kejadian ini, terlebih lagi pada saat kami di tahan di Rutan”, tutur pak Ayub salah seorang warga Desa Olak-Olak Kubu .

Kuasa Hukum, Arafat, SH meminta kepada pihak kepolisian agar kasus yang menimpa warga masyarakat terkait kasus pencurian untuk dihentikan terlebih dahulu sebelum adanya keputusan yang jelas dari kasus sengketa tanah. Sehingga warga tidak merasa resah dan merasa aman saat tinggal di desanya . “Kami akan bekerja secara maksimal agar hak-hak masyarakat dapat dimiliki kembali, kami meminta kerja sama dengan pihak kepolisian agar segera mengusut kasus ini dengan tuntas, kami juga akan mengumpulkan bukti-bukti tambahan yang diperlukan”. jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *