Mempawah, pbhk.org – Setelah 3 bulan di tahan di Polres Mempawah, Ikhsan salah seorang warga Bengkayang yang di tangkap saat terjadinya aksi damai yang berujung bentrok di kebun sawit PT Sintang Raya tepatnya di Desa Olak Olak Kubu akhirnya di sidang pada hari selasa 27 September 2016 di Pengadilan Negri Mempawah dengan didampingi kuasa hukumnya dari PBHK yaitu Esti Kristianti, SH dan Fitriani, SH.

Pak Ikhsan didakwa dengan dugaan tindak pidana penganiayaan pasal 351 ayat (1) yaitu “Penganiayaan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500_” jo pasal 212 KUHP yaitu “ Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”, dimana tindak pidana tersebut dilakukan kepada salah satu personel kepolisian yang yang di datangkan oleh PT Sintang Raya untuk melakukan pengamanan saat masyarakat melakukan aksi damai menuntut pengembalian lahan kepada PT. Sintang Raya pada tanggal 23 juli 2016. Sidang telah memasuki tahap pemeriksaan saksi dengan ketua majelis hakim Sofia Tambunan, anggota Lanora Siregar dan Rini Masyitah, namun sidang tidak dapat di lanjutkan dikarenakan saksi korban yang di panggil oleh jaksa untuk kasus ini (Anindita) tidak memenuhi panggilan untuk hadir dipersidangan, sidang akan dilanjutkan pada selasa pekan depan pada tanggal 4 Oktober 2016 untuk melakukan pemeriksaan saksi lanjutan.
a

b

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *