Pontianak, pbhk.org –┬áSidang Gugatan perkara Nomor 87/G/2016/PTUN-PTK terkait Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor: 760/Distamben/2016 tentang berakhirnya masa berlakunya izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP) dan pengembalian wilayah izin usaha pertambangan Firma Wahidah Trading & Mining Coy di Kabupaten Sambas antara Firma Wahidah Trading & Mining Coy selaku Penggugat melawan Gubernur Kalimantan Barat selaku Tergugat sudah memasuki tahap pembacaan Duplik oleh Tergugat.

Rabu, 22 Maret 2017, sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Majelis Hakim pada pukul 13.45 WIB di Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak dan dihadiri langsung oleh Direktur Firma Wahidah Trading & Mining Coy Lenda Savitri selaku Penggugat dan Ir. Nasir Salekat, MM dan A. Manaf, SH., MH selaku Kuasa Hukum Gubernur Kalimantan Barat.

Majelis Hakim memeriksa beberapa dokumen duplik dan membacakannya yang memakan waktu hingga 2 (dua) jam.

Adapun yang melakukan memonitoring sidang kali ini adalah Abdul, SH dan Abdul Chlis, SH. Keduanya adalah Staf pada Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan (PBHK).

Majelis Hakim menutup persidangan pada pukul 15.30 WIB dan melanjutkannya pada rabu 29 Maret 2017 pukul 13.00 WIB dengan agenda sidang Pemanggilan saksi-saksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *