Mempawah, pbhk.org – Sidang Ketiga Pak Katin dengan agenda mendengarkan keterangan dari Saksi-saksi pelapor.  Sidang digelar di Pengadilan Negeri Pontianak 19/10/2016 dengan mendengarkan kesaksian 4 orang saksi yakni saksi Sugeng santosa yang merupakan saksi Korban, saksi kedua Bonadi, saksi ketiga Awang Lenong dan saksi terakhir Iskandar ZM yang merupakan senior Legal PT.Sintang Raya.

Keterangan yang di sampaikan oleh saksi kedua yakni Pak Bonadi menyatakan saat demotrasi masyarakat sangat ramai dan Bonadi melihat Katin Memukul Pak sugeng di pipi sebelah atas  dengan tangan kosong dan terjadi dorong-dorongan sehingga Sugeng terjatuh dan menurut keterangan beliau yang pertama kali memukul sugeng adalah Pak Frangki dengan memukul dibagian kening namun yang menyebabkan sugeng terjatuh bukanlah pak katin tetapi orang yang bernama romi.

Keterangan Wang Linong menurut Awang Linong saat kejadian demo posisi pak Awang berada di 2-3 meter dari tempat kejadian, beliau membenarkan kalau Sugeng Susilo di pukul oleh Pak Frangki dan di susul oleh pak Katin yang memukul dengan tangan kosong ke arah pipi sebelah kanan.

Sementara Ikandar ZM Memberikan keterangan bahwa saat kejadian Ikandar ZM berada didalam kantor yang sedang berunding dengan perwakilan Pendemo terkait persoalan PT. CTB yang sedang di Mediasi oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, tuntutan masyarakat telah dijawab dalam pertemuan dikantor camat pada tanggal 10 maret 2016 dan semua tuntutan tersebut belum ada yang dikabulkan, bahwa peristiwa pada tanggal 24 febuary 2016 didalangi oleh Serikat Tani Kabupaten Kubu Raya. Dalam persidangan Iskandar ZM selaku senior Legal PT. Sintang Raya menyatakan bahwa yang berdemo ada 9 Desa dan menurut beliau 7 Desa telah setuju masuknya PT.Sintang Raya untuk saat ini sudah ada pembagian Plasma di Seruat II seluas 900 Hektar, dabong 1200 hektar, laha yang di sengketakan masyarakat merupakan lahan yang di take over dari PT. Cipta Tumbuh Berkembang. Pada tahun 2012 PT.Sintang Raya pernah menerima piagam CSR dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Persidangan diteruskan dengan mendengrakan keterangan terdakwah (Katin) Menurut Katin betul beliau mengikuti Demotrasi saat itu udara sangat panas dan pada saat massa berusah masuk ke PT.Sintang Raya terjadi dorong-dorongan sehingga muncul emosi dan tanpa berpikir melakukan pemukulan terhadap Sugeng Santoso di pipi sebelah kiri, bahwa tidak ada motif dendam dan masalah pribadi, kami sudah meminta maaf kepada Sugeng Santoso ungkapnya, saat memukul kami memberikan Pukulan yang tidak kuat hanya satu kali dan setelah memukul kami langsung meminta maaf kepada Sugeng dan telah di maafkan sebanyak dua kali. Pada saat proses persidangan juga Katin dimuka persidangan meminta maaf kepada Sugeng Susilo. Untuk selanjutnya akan dibuat perjanjian perdamian anatara keduanya yang akan dijadikan sebagai alat bukti di Pengadilan.

Bahwa kedua belah pihak sudah saling memaafkan namun tidak menghilangkan unsur perbuatan hukumnya, namun jika penyelesain secara kekeluargaan maka majlis hakim akan mempertimbangkan dalam memberikan hukuman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *