Pontianak, pbhk.org – Sidang ketiga terdakwa ikhsan kembali di gelar. Sebanyak tiga orang saksi dari jaksa diperiksa pada sidangĀ  hari selasa tanggal 4 Okterber 2016 tersebut, ketiga saksi tersebut adalah Yudi setiawan (anggota kepolisian polsek terentang) sebagai saksi korban, Fahri (anggota kepolisian polres mempawah) dan Awang Linong (Humas PT Sintang Raya). Pemeriksaan saksi dilakukan secara sekaligus tiga orang dan di pimpin oleh Ketua Majelis Sidang Sofia Tambunan, dalam pemeriksaan ini ketiganya menyatakan bahwa posisi terdakwa berada saling hadap-hadapan dengan pihak kepolisian yaitu tepatnya Yudi setiawan yang saat itu sedang mendapatkan tugas untuk melakukan pengamanan aksi yang terjadi di kebun PT Sintang Raya Divisi 3 tepatnya di Desa Olak Olak Kubu, ketika ditanya seperti apa pemukulan yang di alami Yudi, Yudi menjawab dengan menggunakan tangan kosong sebelah kiri Yudi dipukul sekuat tenaga oleh Iksan dibagian perut sebelah kanan hingga jatuh terlentang dan berdasarkan hasil visum dari rumah sakit Rubini Mempawah Yudi mengalami luka gores pada punggung sebelah kanan ketika di tanya majelis luka tersebut akibat apa Yudi mengaku luka tersebut akibat bergesekan dengan kayu ketika terjatuh terlentang sesaat setelah dipukul oleh terdakwa.

Jaksa juga menunjukkan bukti seragam dinas (baju polisi) yang dipakai Yudi ketika melakukan pengamanan dan dianiaya oleh terdakwa, pada celana seragam tersebut terdapat banyak bercak debu terkena tanah dan tidak terdapat kotoran atau cacat apapun pada baju tersebut, padahal jika kita bandingkan dengan pernyataan Yudi yang ia ditinju hingga jatuh terlentang dan punggungnya mengenai kayu hingga mengakibatkan luka gores seharusnya tidak hanya celana Yudi yang kotor terkena tanah tetapi juga bajunya dan seharusnya terdapat bekas gesekan di punggung baju tersebut. Selain itu ketika hakim menanyakan Awang Lenong perihal apa tindakan yang dilakukan oleh terdakwa kepada Yudi, ia menyatakan tindakan itu menurut pendapatnya bisa di sebut mendorong bisa juga memukul sehingga menimbulkan kerancuhan dalam kesaksiannya dan dipinta oleh hakim ketua mengenai kejelasan kesaksiannya tersebut apakah terdakwa mendorong atau memukul Yudi, kemudian Awang menjawab dengan lantang bahwa terdakwa memukul Yudi. Terhadap keterangan ketiga saksi tersebut terdakwa menyangkal bahwa ia telah memukul Yudi, memang benar terdakwa berada dilokasi ketika terjadi dorong-dorongan antara masyarakat yang sedang melakukan aksi dan pihak kepolisian yang saat itu mengadakan pengamanan, namun terdakwa tidak pernah merasa memukul Yudi.

Dalam sidang ini Ikhsan di damping kuasa hukumnya ibu Esti Kristianti, SH dan Ibu Nurul Wahdah, SH dari Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan (PBHK).

Setelah menerima keterangan 3 saksi pelapor sidang ditutup dan akan dilanjutkan pada selasa depan tanggal 11 Oktober 2016, dengan agenda persidangan meminta keterangan 3 saksi yang meringankan terdakwa yang di ajukan oleh penasehat hukum.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *