Mempawah, pbhk.org – Penantian panjang Terdakwa Iksan akhirnya berakhir, Selasa 22 November 2016 digelar sidang putusan Terdakwa Iksan di Pengadilan Negeri Mempawah yang di dakwa atas tindak pidana penganiayaan pasal 351 KUHP yang dilakukan terhadap anggota kepolisian. Sebelumnya Iksan di tuntut satu tahun penjara oleh jaksa penuntut Endita, namun dengan pembelaan yang di ajukan oleh TIM penasehat hukum terdakwa ikhsan yaitu Fitriani SH, Esti Kristianti SH dkk dari Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan (PBHK), akhirnya setelah melewati waktu persidangan yang cukup panjang yaitu sekitar 4 bulan lebih, sampailah pada persidangan pembacaan putusan yang di ketuai oleh hakim Sofia Marlianti Tambunan, terdakwa Iksan di Vonis oleh Majlis Hakim dengan hukuman delapan (8) bulan penjara di kurangi masa tahanannya, dalam putusannya majelis sependapat dengan jaksa penuntut umum bahwa unsur unsur dalam pasal 351 KUHP telah terpenuhi.

Hingga vonis ini dijatuhkan Iksan sudah menjalani masa hukuman ½ dari total vonis yang diberikan. Iksan maupun penasehat hukum dan jaksa penuntut menerima putusan ini, walupun menurut Tim Penasehat hukum untuk kasus yang di alami oleh pak Iksan dan di jatuhi hukuman penjara selama delapan bulan masihlah terlalu berat jika dilihat dari tindakan yang dilakukan. Iksan melalui kuasa hukumnya berencana akan mengajukan pembebasan bersyarat kepada Ketua Lapas Permasyarakatan Kelas II Mempawah dalam waktu dekat ini ungkap kuasannya saat di mintai keterangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *