DSC01067

Pontianak, pbhk.org – Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan (PBHK) kembali mengadakan Diskusi Publik dan Konferensi Pers yang berlokasi di Gedung Ulin Hotel Santika Pontianak pada kamis, 30/11. Diskusi yang diambil dalam tema kali ini oleh PBHK adalah “Temuan Perusahaan Yang Beraktivitas di Dalam Kawasan Hutan dan Gambut” yang dihadiri oleh beberapa peserta Diskusi baik dari NGO, awak media dan instansi pemerintahan.

Khairuddin Zacky, S.H.I selaku Direktur Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan yang membuka jalannya acara diskusi, mengatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi masih banyak sekali ditemukan perusahaan yang terbukti menggunakan lahan yang termasuk dalam kawasan hutan dan gambut. Setidaknya berdarkan hasil dari overlay dan peta lokasi, terdapat beberapa perusahaan yang diduga kuat melakukan aktivitas di kawasan hutan dan gambut, yakni PT. Ceria Prima 1 (Gambut), PT. Mitra Aneka Rezeki (Gambut), PT. Palmdale Agro Asia Lestari Makmur (Gambut), PT. Satria Multi Sukses (Gambut), PT. Rezeki Kencana (Gambut), PT. Sumatera Unggul Makmur (Gambut), PT. Wirata Daya Bangun Persada (Tumpang Tindih) Dan PT. Keliau Mas Perkasa (Tumpang Tindih).

“Jika perusahaan memang benar-benar terbukti melakukan aktivitas di kawasan hutan ataupun tanah bergambut, maka secara hukum dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan Pasal 98 ayat 1 UU No. 32 tahun 2009 maupun sanksi Administrasi”, ungkap Nurul Wahdah, SH selaku pemateri sekaligus  Kepala Departemen Pendidikan dan Pengelolaan Pengetahuan PBHK.

Arafat, SH selaku Kepala Departemen Pembaruan Hukum PBHK sekaligus pemateri dalam diskusi, mengatakan bahwa dirinya menemukan beberapa perusahaan yang terbukti melakukan aktivitas di atas lahan secara tumpang tindih serta belum mempunyai izin pelepasan kawasan hutan. Dirinya menyarankan agar Gubernur segera mengeluarkan SK penghentian atas perusahaan, mengeluarkan surat himbauan dan restorasi serta memberikan sanksi bagi Pemerintah Daerah yang mengeluarkan IUP.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *